Brake Bleeding, Membuang Angin Pada Rem Hidrolik

Sepeda anda pakai rem cakram hidrolik? Sepeda saya pakai dong…. :-) Rem cakram hidrolik memang lebih nyaman dan kuat cengkeramannya dibanding rem cakram mekanik/ kabel atau rem biasa. Apalagi kalau sepeda kita dipakai untuk offroad dengan turunan panjang dan berbatu-batu, jari-jari tangan tidak cepat lelah. Cukup dengan 1-2 jari rem dapat dioperasikan dengan baik. Tapi sebenarnya rem cakram hidrolik membutuhkan perawatan lebih dibanding rem cakram biasa.¬† Saya pernah mengalami kebocoran rem belakang saat melakukan offroad di bodogol. Turunan pun tidak bisa dilibas dengan cepat karena hanya mengandalkan rem depan. Teman sayapun baru-baru ini mengalami hal serupa di rem belakangnya saat di TW3 yang akhirnya membuat dia langsung balik kanan begitu ketemu jalan raya puncak. Dia sebenarnya sudah sudah diingatkan untuk mengecek rem belakang saat gowes ke gunung bunder beberapa minggu sebelumnya.

Perawatan rem cakram hidrolik antara lain harus memeriksa kebocoran pada seal-sealnya, secara berkala pun perlu dilakukan penggantian/ pengurasan minyak rem. Selain itu minyak remnya pun harus diperiksa apakah berkurang atau bahkan sudah ada gelembung-gelembung udara yang menyusup diantara sistem rem hidrolik. Kalau sudah ada gelembung udara, pasti rem tidak bekerja maksimal. Kalau masih bisa dikocok-kocok sih tidak masalah, tapi kalau brake lever sampai mentok handle bar ternyata roda tetap berputar cepat bagaimana?

Untuk tahu adanya gelembung udara dapat dirasakan dengan semakin jauhnya jarak brake lever yang ditarik sampai terjadi pengereman. Selain itu gejala rem yang tiba-tiba tidak bekerja (misalnya setelah kita membalikkan sepeda untuk diangkut ke tujuan tertentu) tetapi setelah dilakukan pengereman berulang-ulang rem kembali normal, merupakan tanda-tanda adanya gelembung udara di sistem pengereman kita.

Gelembung udara pada sistem hidrolik bisa terjadi karena adanya kebocoran pada seal atau dapat juga terjadi karena kualitas minyak rem yang kurang baik. Selain itu jangka waktu pemakaian juga mempengaruhi timbulnya gelembung-gelembung udara. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pembuangan angin/ gelembung udara dari sistem pengereman atau lebih dikenal dengan istilah brake bleeding.

Cari-cari referensi tentang brake bleeding, biasanya buang anginnya dari bawah/ kaliper remnya. Tetapi saya tidak melakukan cari itu, kenapa? Karena kalau buang angin dari bawah pasti sebagian minyak rem akan terbuang dan membutuhkan lebih banyak minyak rem pengganti. Bahkan kalau tidak hati-hati minyak rem yang terbuang itu mengenai rotor/ piringan rem yang kalau lupa dibersihkan….. selamat tinggal….. rem anda dijamin jadi ABS, asal berhenti syukur. Kalau dibersihkan rotor dan kampas remnya terus kembali normal sih syukur deh. Tapi tidak jarang kampas rem yang sudah terkena minyak rem tidak bisa dibersihkan walaupun sudah menggunakan sabun, alkohol bahkan soda api. Ganti kampas remlah solusinya.

Balik lagi ke buang angin, brake bleeding…. jadi bagaimana saya melakukan brake bleeding? Brake bleeding saya lakukan dari master remnya atau bahasa yang mungkin lebih mudah dimengerti, saya melakukan brake bleeding dari brake levernya. Bisa? Ya bisa dong, kalau tiak bisa kan tidak saya kasih tahu.

Langkah-langkahnya:

  1. Siapkan dulu alat-alatnya. Kunci allen, minyak rem (bisa mineral atau DOT3/4) dan kalau ada brake bleeding kit (isinya antara lain nipple dan tempat oli, biasanya berbentuk seperti suntikan). Brake bleeding kit diperlukan tergantung dari brake levernya. Ada juga brake lever yang tidak butuh kit, contohnya seperti shimano BR-486.
  2. Sepeda yang ada rem cakram hidroliknya. Ya iyalah, kalau gak ada ngapain juga diterusin……
  3. Kalau 1-2 sudah siap, posisikan brake lever sejajar dengan tanah/ semen/ lantai/ aspal dibawahnya. Kendurkan dulu bautnya baru diputer ya :-)
  4. Kalau brake levernya ada bleed screw, buka itu kemudian pasang

    Brake bleed kit dipasang pada bleed screw Shimano BR 575

    nipple dari brake bleeding kit yang sesuai dan tempat olinya. Isi dengan minyak rem. Sedikit saja jangan banyak-banyak. Kalau tidak ada bleed screw, buka master rem/ penutup oli yang ada di brake lever. Biasanya menggunakan 2 baut. Lepas tutupnya dan seal karet penutupnya juga. Tambahkan minyak rem secukupnya bila kurang.

  5. Tarik tuas rem pelan-pelan saja. Perhatikan gelembung udara yangkeluar di minyak rem. Lepas tuas rem. Ulangi lagi penarikan tuas remsampai tidak muncul gelembung udara. Jangan lupa perhatikan minyak rem jangan sampai kurang, karena kalau kurang angin bisa masuk lagi. O iya, sekali-kali ketok-ketok aja selang rem, kaliper atau brake levernya supaya udara yang ada di dalam bergeser keluar.

    Tekan tuas rem perlahan-lahan, perhatikan angin yang keluar

  6. Lama-lama jarak penarikan tuas rem untuk pengereman akan semakin dekat dan gelembung udara sudah tidak muncul lagi. Pasang kembali bleed screw/ tutup master rem di brake lever.
  7. ¬†Bersihkan sisa minyak rem yang menetes atau tertinggal di brake lever. Gunakan air sabun untuk membersihkan bekas minyak rem. Setelah itu kembalikan posisi brake lever seperti semula dan….. silahkan tes remnya.

2 thoughts on “Brake Bleeding, Membuang Angin Pada Rem Hidrolik

  1. klo brakepad kena oli apapun bs drendem citrun yg beli d warung trdekat, rendam aja smaleman djamin maknyus deh ilang semua oli nya…sempet kena pelumas rantai,udah d rebus, dcuci detergen,sunlight dll ttp ga ngaruh…salam sepeda

  2. Om Admin. yang baik
    apakah hidraulik shimano dengan menggunakan minyak rem sintetis DOT 3/4 gakan merusak karet2 di dlm sistemnya?
    makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s