TW3 – Gunung Mas – Ng#he 1

Sudah lama rasanya KGC gak offroad rame-rame. Kalo gowes bareng sih sering, tapi lebih sering onroad. Gowes akbar terakhir terkumpul 46 orang ke gunung bunder. Nah sebelum puasa tahun ini dibikinlah terapi oksigen di trek telaga warna 3. Dipilih trek TW3 karena belum banyak KGC yg melintas trek ini.

Tanggal telah disepakati jauh-jauh hari, 16 Juli 2011. Beberapa KGCpun tidak sabar menunggu hari sabtu dengan beberapa alasan; ijin gowes yang harus diurus, nyobain shock baru, ngetest pake cleat, dll. Yang paling gak sabaran sih KGC yg punya fulsus baru, mulai hari senin rajin mantau milis tentang kepastian jadi/ tidaknya offroad. Tiap hari nanya ‘jadikan tanggal 16? kok belum ada woro-woronya di milis’. Alasannya sih mo ngajak AGCC (Astra Graphia Cycling Community) padahal kita-kita juga tahu kok kalau mau test ride Collo SX1-nya….he….he…..

Jam 9 lewat dikit, sudah pada selesai sarapan dengan menu seperti biasa di warung mang Ade, nasi goreng + teh manis. Siap-siap pake perlengkapan perang, helm, kacamata + cek ulang sepeda masing-masing. 8 orang AGCC sudah meluncur turun ke pintu masuk telaga warna. Tiba-tiba sang pelatih KGC lewat di depan warung mang Ade, sibuk kasak-kusuk kesana kemari. Oalah …. gak tahunya nyari air toh buat ngurangin beban di panniernya.

Start 09:25 pagi
Rombongan besar mulai bergerak turun ke portal pintu masuk telaga warna. Briefing sebentar + berdo’a + gak lupa bayar pintu masuk TW Rp. 3.000 per orang. Satu-persatu rombongan 9 KGC + 8 AGCC + 3 THCC mulai merayap naik di jalan makadam. Gak sampai 10 menit semuanya sudah sampai di atas, studio 1, tempat wajib buat foto-foto. Setelah studio 1 mulai masuk trek tanah. Menyusuri single trek di lereng kebun teh. Bukit-bukit kecil yang diisi dengan hijaunya daun teh di sebelah kanan. Udara yang sejuk menambah syahdu gowes kali ini.

Tak berapa lama, turunan agak curam menyapa rombongan. Berbelok ke kanan, lurus kemudian ke kiri. Kembali datar sebelum menanjak sedikit, masuk ke dalam hutan. Turunan dengan kombinasi tanjakan kecil kemudian turunan agak panjang mewarnai perjalanan awal di dalam hutan. Oops… hati-hati….. ada drop off kecil bebatuan di tengah turunan! Cieeetttt…… mas AH memperagakan kehandalan sepeda dan rem barunya. Menyelamatkan diri dari om Freddie THCC yang tiba-tiba berhenti. Tak berapa lama, gusrakkkk….. hmmm…. bener aja….. kang Gun jatuh cukup keras. Helmnya membentur sproket sepeda lain. Untunglah pake helm, coba kalau enggak, jadi tomat tuh kepala.

Rombongan berkumpul kembali di rest area setelah tanjakan akar terakhir TW3. 30 menit istirahat sambil menunggu perbaikan dibagian shifter sepeda yang habis jungkir balik. Namanya tanjakan terakhir ya habis ini turunan sampai keluar hutan bahkan sampai keluar kebun teh. Trek kering memungkinkan full speed di turunan, tapi harus tetap waspada karena banyak jebakan akar dan batu. Ada persimpangan di dalam hutan, ambil kiri sampai keluar hutan. Beberapa goweser bergelimpangan di turunan ini. 1 orang AGCC terkilir kakinya, tapi tetap dapat melanjutkan perjalanan. 1 KGC meratapi sepeda barunya, lecet di 3 tempat.

Keluar hutan
Keluar hutan, kembali masuk kebun teh. Trek tetap didominasi turunan. Turunan awal cukup curam. Di sebelah kanan tebing, di kiri hamparan kebun teh dengan kemiringan tinggi. Kalau jatuh ke kiri, lumayanlah gelundung ke bawahnya….he…..he…. Setelah itu turunan cukup bersahabat. Meliuk-liuk bak ular di tengah kebun teh. Tidak terlalu curam dan ketinggian kiri-kanan relatif sama dengan trek. Mau ngebut? Silahkan, cukup lebar kok tapi layaknya single trek, tetap harus berada di jalurnya atau kalau tidak sepeda bisa oleng mengenai gundukan tanah/ rumput di kiri-kanan. Persimpangan, ambil kiri atau lurus akan bertemu di tempat yang sama. Ambil lurus nanti akan ketemu dengan persimpangan lagi. Nah disini baru ambil kiri, jangan lurus karena jalan tertutup dan turun curam. Belok kiri akan menikmati kelokan kebun teh sampai ketemu persimpangan aspal-makadam.

Disini kalau terus akan ketemu dengan bumi perkemahan dan bisa melanjutkan gowes ke daerah Cilember. Kalau mau meneruskan gowes ke gunung mas – taman safari ambil kiri turunan aspal. Di ujung jalan menanjak sedikit dan kemudian keluar jalan raya puncak.

Trek Telaga Warna 3 Lanjut Ke Gn Mas

Jangan lupakan tradisi
Sesampainya di persimpangan jalan raya puncak, kang Gun memilih langsung turun karena rem belakangnya bermasalah. Sementara yang lain bergerak naik ke arah gunung mas. 200 Meter dari persimpangan jalan raya puncak, belok ke kanan masuk jalan perkampungan. Tetap merayap di jalan aspal sampai ketemu gang kecil yang tembus perkebunan teh. Persis keluar gang kecil, ambil kiri kemudian belok kanan. Jalurnya makadam lebar dan menanjak sedikit sampai bertemu dengan jalan masuk gunung mas. Beberapa meter dari persimpangan ini merupakan jalur keluar dari RA klasik sebelum pintu gerbang gunung mas.

Di area kebun teh sebelum gerbang gunung mas tiba-tiba terdengar nada dering dari telpon genggam.  Kang Gun? Oh bukan…. Gussur toh yang telpon.
‘Fa, kamu dimana?’, tanyanya.
‘Masih di gunung mas lah.’, jawabku tanpa curiga.
‘Gunung masnya dimana?’, tanya Gussur lagi.
‘Masih di tempat tadi, di tengah kebun teh. Di persimpangan abis gang sempit 1 jalur tadi.’, lanjutku yang mengira Gussur sudah di depan mendahului rombongan.
‘Gang sempit 1 jalur? Yang mana sih?’, Gussur kebingungan.
‘Hlaa…. emang elu gak lewat situ tadi? Elu ke kanan ya abis tanjakan tadi. Harusnya terus aja masuk jalan kecil.’, Aku juga terheran-heran mendengar pertanyaan Gussur.
‘Jalan kecil mana sih? Kan jalan raya puncak belok kiri, naik ke arah gunung mas. Terus belok kanan masuk gerbangnya gunung mas.’, Gussur menanyakan jalur yang kita lalui.

Oooooaaalah…… Gussur gak lewat jalan yang dilalui rombongan toh. Ternyata di persimpangan jalan raya puncak Gussur menjalani ritualnya. Melipir ke kiri, berhenti di depan angkot. Sengaja memilih warung yang agak tersembunyi dari pandangan KGC yang lain, terutama dari sweeper. Beli roti katanya. Tapi alasan sih bisa dicari. Barang bukti juga gampang didapat, tinggal tebus 1-2 roti seharga 2 ribu perak. Yang penting agenda ngasih uang saku & uang susu buat anak-anak yang di puncak terlaksana.

Ha…ha…ha… begitulah tradisi sebagian anggota KGC kalau main sepeda. Ada aja yang tiba-tiba menghilang entah kemana. Dicurigai sebagai upaya melepaskan diri dari rombongan. Mencari waktu untuk sekedar bertemu dengan anak-anaknya di sepanjang jalur sepedaan. Jadi RC, di posisi tengah ataupun sweeper gak masalah. Banyak cara melepaskan diri dari rombongan, tergantung tingginya ilmu yang dimiliki.

Kondangan/ abisin Ng#he 1
Setelah melalui jalur biasa dari gunung mas ke taman safari, rombongan tiba di rest area taman safari. Beli minum, makan pisang sale dsb. O iya, mulai dari gunung mas KGC nambah lagi pasukannya 1 orang, Odjie JPG, yang lewat RA klasik ke gunung mas. Tak berapa lama diskusi pun dimulai membahas jalur mana yang akan diambil karena sudah hampir jam 12 siang. Lewat kondangan biar cepet nyampe gadog atau tetap ngabisin ng#he 1. Akhirnya disepakati ng#he 1 abis tetapi bungkus makanan untuk disantap di saung. Kabar terbaru pun disampaikan ke teman-teman dari AGCC. O…oooo….. AGCC maunya tetap lewat kondangan!

‘Dah ngojek aja yang gak kuat, cuma 1 orang kan?’, rayu seorang KGC.
Kalau diperhatiin sih memang sejak Surabaya – Jakarta banyak kegiatan turing yang dilakukan KGC. Jakarta – Bandung 19 jam, Jakarta – Subang – Bandung,  Bandung – Garut lewat tanjakan monteng, Jakarta – Jogja dan sebagainya. Kekuatan gowesan otomatis meningkat jauh dibandingkan beberapa tahun lalu. 2006/ 2007 nanjak dari pertigaan Ciampea ke gn bunder aja males, eh belum lama ini malahan gowes dari pamulang ke gn bunder. 46 orang lagi yang ikutan.

Yah, demi memenuhi hasrat KGC yang merasa dengkulnya masih dingin, kebanyakan turunan, rombongan pecah menjadi 2. Tim VIP lewat ng#he 1 sampai abis, sementara sisanya lewat jalur kondangan. Sampai di saung, aksi santap nasi bungkus segera dilakukan tanpa buang-buang waktu. Bukan mau ngejar tim kondangan, tapi emang kelaperan…he….he…

Selesai makan, langsung turun ke arah gadog. Jalur makadam sebisa mungkin dihindari sampai masuk hutan kembali. Di dalam hutan, sang pelatih KGC tampak kesetanan, bukan karena mau ngurangin beban lagi. Satu persatu dilewati dengan cepatnya. Sang pelatih tampak fit kali ini. Yang lainpun akhirnya mengikuti irama sang pelatih. Jam 2 kurang dikit tiba di gadog, tak berbeda lama dengan tim kondangan. Tim kondangan yang berada di belakang bahkan bisa dilewati sebelum finish di gadog.

*KGC: AH, Fa, Dims, Gussur, Daeng Yusri, Kang Gun, Abah Ush, Rokhmat, Odjie JPG.
THCC: Yannie, Freddy , Prama
AGCC: 8 orang pokoknya

Download gps file TW3 – Gn Mas – Ng#hhe1

One thought on “TW3 – Gunung Mas – Ng#he 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s