Menghitung Cadence Secara Manual

Isitlah cadence atau putaran pedal per menit bagi pesepeda tentu tidak asing. Cadence dalam istilah otomotif dapat disamakan dengan RPM (rotation per minute) atau putaran mesin per menit. Penggunaan cadence yang tinggi bagi pesepeda sangat dianjurkan karena selain dapat meningkatkan kerja jantung, otot-otot kakipun dapat terlatih dengan baik. Otot kaki tidak menjadi besar seperti otot-otot binaragawan tetapi otot-otot kaki menjadi elastis dan akan mengembang dengan sendirinya saat diperlukan mengayuh sepeda.

Untuk menghitung cadence biasanya diperlukan cyclometer yang memiliki sensor cadence. Hal tersebut karena pada cyclometer membutuhkan sensor berbeda dari sensor kecepatan. Sensor cadence biasanya diletakkan pada crank arm atau dekat dengan pedal sepeda. Tentu harga cyclometer yang memiliki sensor cadence lebih mahal, selain itu cyclometer tersebut tidak sebanyak cyclometer biasa. Menghitung cadence secara manual, tanpa cyclometer dengan sensor cadence, sebenarnya tetap dapat dilakukan. Hitung saja sendiri setiap putaran pedal. Gunakan alat bantu jam tangan atau penunjuk waktu lainnya yang menghitung setiap detik. Cyclometer biasa pun dapat digunakan asalkan diposisikan pada menu time.

Cara menghitung cadence secara manual adalah sebagai berikut :

  1. Perhatikan putaran pedal dan ingatlah posisi pedal saat memulai hitungan. Misal kita akan menghitung saat posisi pedal kanan berada di jam 12, maka hitungan 1 akan dimulai saat posisi pedal kanan berada di posisi jam 12 kembali. Hitungan akan bertambah terus setiap posisi pedal kanan berada di jam 12.
  2. Setelah memahami bagaimana menghitung putaran pedal, perhatikan detik pada alat bantu penghitung waktu (jam tangan, cyclometer biasa atau penunjuk waktu lainnnya). Perhatikan saat detik menunjukkan angka 0 atau 5 atau 10 atau kelipatannya. Itulah saat penghitungan cadence dimulai. Hitung saja berapa putaran pedal selama 15 detik. Hasilnya nanti tinggal dikali 4 untuk mendapatkan berapa cadence yang sedang digunakan. Pengali 4 itu didapat dari 60 detik dibagi 15 detik karena 1 menit = 60 detik.

Contoh misalnya hitungan dimulai saat bilangan detik berada di angka 5, berarti hitungan akan berhenti bila bilangan detik sudah menunjukkan angka 20 (5 + 15 = 20 toh?). Saat bilangan detik di angka 5 itu ternyata posisi pedal berada di jam 10, maka saat posisi pedal kembali ke jam 10 berikutnya hitungan menjadi 1. Posisi pedal berada di jam 10 pada putaran berikutnya hitungan menjadi 2 dan seterusnya. Saat bilangan detik sudah berada di angka 20, hitungan dihentikan dan ternyata didapatkan hitungan sebanyak 22 putaran. Berarti cadence saat itu yang digunakan adalah 22 x 4 = 88 putaran per menit.

Tentu penghitungan secara manual ini tidak seakurat cyclometer tetapi dapat digunakan sebagai pengganti cyclometer dengan sensor cadence. Untuk menghasilkan hitungan yang lebih akurat dengan menggunakan metode manual tadi, hitung saja selama 1 menit…… tapi capaikan menghitungnya?

2 thoughts on “Menghitung Cadence Secara Manual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s