Setting Disc Brake

Kadang setelah ban atau wheelset dilepas dari sepeda kemudian dipasang kembali, posisinya akan bergeser sedikit. Pergeseran itu walau kecil dapat menyebabkan piringan rem atau rotor tidak berada tepat di tengah kaliper rem/ kampas rem. Tentu kalau masih masuk dalam batas toleransi tidak menjadi masalah. Tetapi kalau ternyata rotornya bersentuhan dengan kampas rem/ brake pad tentu akan menambah beban kayuhan. Untuk mengatasi sentuhan rotor dan brake pad harus dilakukan penyetelan ulang pada perangkat disc brake.

Sebelum melakukan penyetelan disc brake, perlu diketahui dahulu sistem disc brake yang digunakan. Perhatikan apakah brake pad dua-duanya bergerak saat dilakukan pengereman atau hanya satu sisi yang bergerak sedangkan sisi lain diam. O iya, jangan lupa kalau remnya hidrolik saat menarik brake lever/ tuas rem untuk melihat brake pad dua-duanya bergerak atau tidak, diantara brake pad harus ada rotor atau suatu benda yang menjadi pengganjal rem. Hal itu untuk menghindari jarak brake pad menjadi sempit karena tidak kembali ke posisi awal secara sempurna.

Baut allen (atas dan bawah) sebagai penghubung kaliper dengan adaptor.

Setelah paham dengan mekanisme yang digunakan disc brake kita, dua sisi yang bergerak atau hanya satu, penyetelan disc brake dapat dilakukan. Langkah-langkahnya sebagian besar sama tetapi ada perbedaan sedikit antara penyetelan untuk dua sisi yang bergerak atau satu sisi saja. Berikut langkah-langkah untuk melakukan penyetelan disc brake.

  1. Siapkan kunci allen yang sesuai. Kendurkan 2 baut yang menjadi penghubung antara kaliper dengan adaptor, bukan baut yang menjadi penghubung anatara adaptor dengan frame/ fork/ shock depan. Memang ada beberapa jenis fork/ shock depan yang tidak membutuhkan adaptor. Kendurkan seperlunya saja sehingga kaliper bisa bebas bergerak ke kiri atau ke kanan. Jangan terlalu kendur karena akan mempengaruhi penyetelan disc brake saat mengencangkan baut-baut tadi.
  2. Untuk sistem disc brake yang hanya bergerak 1 sisi, siapkan lempengan tipis, kira-kira tebal 1 mm untuk mengganjal rotor dan brake pad di sisi yang tidak bergerak. Lempengan tipis itu dapat berupa kartu kredit atau kartu ATM atau lainnya.
  3. Tarik brake lever berulang-ulang kemudian tahan brake lever pada posisi melakukan pengereman.
  4. Kencangkan baut-baut yang dikendurkan tadi dengan posisi brake lever tetap ditarik. Jangan langsung mengencangkan 1 baut secara keras, tapi bergantian antara baut yang satu dengan yang lain sampai keduanya cukup kuat. Pengencangan baut secara bergantian itu untuk menjaga kelurusan posisi kaliper dengan rotor.
  5. Brake lever sudah boleh dilepas. Kalau menggunakan lempengan tipis sebagai pengganjal juga sudah bisa dilepas. Putar wheelset kemudian lakukan pengereman dan putar kembali wheelsetnya, perhatikan putarannya apakah masih tersendat atau tidak. Gunakan pula telinga kita untuk mendengarkan apakah ada gesekan sesuatu dengan rotor saat diputar. Bisa juga memperhatikan posisi rotor, apakah sudah memiliki ruang bebas dengan masing-masing brake pad.

Pada disc brake dengan satu sisi yang bergerak terdapat baut untuk melakukan penyetelan jarak brake pad yang diam dengan rotor. Penyetelan ini dilakukan bila brake pad sudah tipis dan menyebabkan gesekan antara rotor dengan logam lain yang merupakan bagian dari kaliper. Lakukan penyetelan ini terlebih dahulu sebelum memulai yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s