Menjaga Kelenturan Per FD & RD

Saat memarkir sepeda, untuk waktu yang lama ataupun hanya sebentar, saya mempunyai kebiasaan tersendiri. Posisi front derailleur (FD) maupun rear derailleur (RD) selalu berada di posisi tanpa tarikan kabel shifter. Maksudnya FD berada diposisi gigi 1 atau chain ring terkecil dari crank set. RD berada di posisi gigi terberat (diposisi sprocket dengan jumlah gigi paling sedikit) untuk RD tipe biasa (top normal). Sedangkan untuk RD dengan tipe rapid rise (low normal) saya posisikan pada gigi 1 atau posisi sprocket dengan jumlah gigi terbanyak.

Alasannya sih sederhana, demi menjaga kekerasan/ kelenturan per pada FD & RD.

Saat FD berada di gigi 2 misalnya, FD bergerak ke gigi 2 karena ada tarikan kabel shifter. Untuk kembali ke posisi gigi 1, FD digerakkan oleh per setelah tarikan kabel shifter tidak ada/ berkurang. Nah bila per ditarik terus-menerus tentu lama-kelamaan akan berkurang kelenturannya atau bahkan yang lebih ekstrim per tersebut sampai pada titik jenuh dan akhirnya patah. Silahkan buktikan pada per ballpoint, walaupun pastinya bahan yang digunakan untuk membuat per FD & RD sangat jauh berbeda.

Itulah dasar pemikiran mengapa saat memarkir sepeda saya selalu menghilangkan tarikan kabel pada FD & RD (kecuali lagi lupa). Hal kecil yang sederhana, tapi membantu menjaga fungsi FD & RD.

4 thoughts on “Menjaga Kelenturan Per FD & RD

    • Heh mas kebalik ?, fd di posisi gear terkeci dan rd juga di posisi gear terkecil juga ?. Umumnya semua shimano, perpindahan ke gear besar kan narik ?, bukan nglepas tareikan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s